Indikator
  • Undercontruction

KWI Gereja Katolik Indonesia Tolak Hukuman Mati 

Home / Peristiwa - Daerah / KWI Gereja Katolik Indonesia Tolak Hukuman Mati 
KWI Gereja Katolik Indonesia Tolak Hukuman Mati  ILUSTRASI: Hukuman Mati (Foto: Celahkota)

DENPASARTIMES, BADUNG – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memutuskan menolak penerapan hukuman mati di Indonesia.

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Pleno Komisi Keadilan dan Perdamian (KKP) Migran Perantau KWI yang dihadiri pejabat KKP dari 36 keuskupan di Indonesia yang digelar di Bali mulai tanggal 11-15 September 2017.

Sekretaris Eksekutif KKP Romo Siswantoko mengatakan, KWI sedang mengadvokasi penolakan hukuman mati. Ada beberapa alasan. Pertama, di mana pun dan dalam agama apa pun, hanya Tuhan yang berhak mengambil nyawa manusia.  Tuhanlah yang memberikan nyawa kepada manusia. 

Kedua, banyak pengadilan sesat yang dilakukan karena terjadi jual beli kasus dan pasal yang dikenakan karena uang bisa membuat segala-galanya termasuk jual beli pasal. 

Ketiga, terkait dengan kejahatan narkoba, hukuman mati bukan solusi untuk mencegah praktek jual beli narkoba. Buktinya, narkoba tetap ada, dan bahkan fakta di lapangan narkoba malah dipasok dari penjara.

"Membunuh orang sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Ada cara lain yang lebih manusiawi namun efektif memberantas tindakan penyalahgunaan narkoba," ucapnya, Senin (11/9/2017).

Rapat pleno KKP, Migran Perantau KWI yang mengambil tema "Berani Menjadi Gereja yang Terluka dalam Beradvokasi", juga membahas sub tema yang lebih spesifik dan menukik kepada persoalan nyata dalam kehidupan.

Pertama, soal lingkungan hidup, perdagangan manusia, dan kekerasan horisontal antarmasyarakat 

Dari tiga masalah diatas sudah pasti akan ada yang menjadi korban. Bila sudah ada korban makan diperlukan advokasi. Gereja harus bersedia mengadvokasi berbagai persoalan sosial yang merongrong kehidupan masyarakat.

"Disinilah peran gereja yang sesungguhnya bahwa gereja harus berani menjadi yang terluka dalam mengadvokasi orang atau korban. Tema ini terinspirasi dari Paus Fransiskus yang mengatakan, saya lebih senang gereja yang kotor karena pergi melayani orang daripada berdiam diri dalam gereja," ujarnya.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com